Trik Membuat Banyak Orang Menyukai Anda Dalam Beberapa Menit

12705791_1540146736313978_629148157660162353_n.jpg

Taruh minat pada orang lain dengan sungguh-sungguh

Pernahkah Anda berpikir bahwa seekor anjing adalah satu-satunya binatang yang tidak perlu bekerja untuk menghidupi dirinya? Seekor ayam betina harus bertelur, sapi harus memberikan susunya, dan seekor kenari harus bernyanyi untuk dapat hidup. Tetapi seekor anjing tidak perlu bekerja dan tidak memberi Anda sesuatu pun kecuali cinta. Anda tidak perlu membaca buku psikologi untuk bisa berteman dengan lebih banyak dalam waktu dua bulan. Anda hanya cukup menjadi bersungguh-sungguh tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa Anda lakukan selama dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain untuk tertarik pada Anda.

Kita pun tahu, orang-orang membuat kesalahan dalam kehidupan, mereka berusaha mengayunkan orang lain agar menjadi tertarik kepada mereka. Tentu saja, cara itu tidak berhasil. Orang-orang tidak akan tertarik pada Anda. Mereka pun tidak tertarik kepada saya, mereka hanya tertarik pada dirinya sendiri. Tatkala Anda melihat sebuah foto bersama dimana Anda berada di dalamnya, foto siapa yang pertama kali Anda lihat? Jika kita hanya berusaha memberi kesan kepada orang lain dan berusaha menjadikan orang lain tertarik kepada kita, kita tidak akan pernah mempunyai banyak kawan yang sejati dan tulus.

Kita, apakah kita pekerja pabrik, pegawai kantor, atau bahkan seorang raja di tahtanya, semua akan senang sekali bila orang mengagumi kita. Ambil contoh Kaisar Jerman misalnya. Pada akhir Perang Dunia I, dia mungkin lelaki yang paling dikutuk di bumi. Bahkan bangsanya sendiri berpaling melawannya tatkala dia melarikan diri ke Belanda untuk menyelamatkan lehernya. Rasa benci terhadap dirinya sangat besar sehingga jutaan orang akan dengan senang hati merobek-robeknya atau membakarnya di atas tumpukan kayu. Di tengah-tengah rasa amarah masyarakat saat itu, seorang anak kecil menulis kepada Kaisar sepucuk sederhana dan tulus, yang menyatakan kebaikan hati dan kekaguman. Anak kecil ini mengatakan bahwa dia tidak peduli apa yang masyarakat pikirkan tentangnya, dia akan selalu mencintai Kaisar Wilhem sebagai kaisarnya. Sang Kaisar sangat tersentuh oleh surat ini dan mengundang anak kecil itu untuk datang menengoknya. Anak itu datang bersama ibunya, dan sang Kaisar kemudian menikahi ibunya. Anak kecil itu tidak perlu membaca buku tentang bagaimana mendapat teman dan mempengaruhi orang lain, dia tahu secara alamiah.

 

Senyummu adalah shodaqoh yang bernilai guna tinggi

Ajaran Islam menjelaskan kepada kita bahwa senyum kepada saudara Anda disebut bentuk shodaqoh. Mungkin dari segi spiritual senyuman adalah bentuk upaya perolehan pahala, padahal senyuman memiliki nilai guna yang tinggi juga dalam mencari teman. Ketika Anda berada dalam metromini, sedang pergi ke suatu tempat, Anda duduk dengan orang-orang yang tidak Anda kenal. Anda akan mendapati sedikit dari mereka yang menampakkan senyuman kepada orang di sebelahnya, kecuali memang mereka pergi bersama-sama. Secara naluri, Anda akan lebih tertarik melihat orang-orang yang melontarkan senyuman kepada sesamanya ketimbang melihat orang dengan wajah yang dilipat dan kusut.

Pernahkah Anda berada di ruang tunggu dokter dan memandang sekeliling pada wajah-wajah suram yang tidak menyenangkan untuk dilihat? Ketika ruang tunggu suatu bank di pusat kota dipadati dengan klien yang akan melakukan transaksi perbankan. Ada enam atau tujuh klien yang sedang menunggu tatkala seorang wanita muda masuk, bersama bayi sembilan bulan. Kebetulan, wanita itu duduk di sebelah pria setengah baya yang kesal dengan pelayanan yang mengharuskannya menunggu lama. Hal berikutnya yang dia tahu,  bayi itu memandangnya dengan tersenyum lebar, senyum khas bayi. Apa yang dilakukan pria itu? Tentu saja, persis seperti apa yang Anda dan saya lakukan. Dia membalas senyuman si bayi itu. Segera saja dia mengobrol dengan wanita itu tentang anaknya kemudian serta-merta semua yang berada di ruang tunggu itu bergabung dengan mereka. Kebosanan dan ketegangan berubah menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan.

Pengaruh dari sebuah senyuman itu memang luar biasa bahkan tatkala senyum itu tidak tampak di depan mata. Reni adalah seorang pegawai di perusahaan trading. Dia bekerja di posisi telemarketing. Dia mencoba melakukan beberapa penelitian tentang korelasi senyuman dengan tingkat pencapaian target investor. Di bulan pertama, bahkan dia tidak tampak seperti sedang emosi, dia secara konsisten hanya menggunakan nada datar, tanpa ada sense of feeling dalam percakapannya di telepon. Bulan berikutnya, dengan menggunakan bahasa yang sama, dia hanya menambahkan senyuman saat menelepon klien. Dan hasilnya, capaian target investor bulan pertama nihil. Dia mendapatkan hasil yang luar biasa ketika dua bulan berikutnya menggunakan metode tersebut. Seorang klien datang ke kantor dan menandatangani surat perjanjian kontrak. Ketika ditanya apa yang menyebabkan dirinya tertarik pada bisnis ini, dia menjawab bahwa pegawainya telah menjelaskan dengan ramah dan menyenangkan. Klien itu memang tidak pernah bertemu dengan Reni, tapi saat berbicara di telepon dia bisa merasakan betapa Reni menggunakan senyuman untuk memikat hatinya.

Tidak ada cara lain yang bisa Anda lakukan ketika Anda berada di lingkungan asing kecuali menjual murah senyuman Anda. Kesan saat orang lain bertemu dengan Anda pertama kali akan menentukan persepsi orang lain saat bertemu Anda di waktu berikutnya. Senyum Anda merupakan sebuah utusan dari niat baik Anda. Senyum Anda membuat cemerlang kehidupan mereka semua yang memandangnya. Bagi seseorang yang telah melihat selusin manusia yang mengerutkan dahi, merengut, atau memalingkan wajah mereka, senyum Anda adalah matahari yang membelah awan. Terutama untuk seseorang yang sedang tertekan oleh bosnya, para pelanggannya, gurunya, atau orangtua dan anak-anaknya, seulas senyum bisa menolongnya menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan, bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini.

 

Ingat bahwa nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan hal paling penting bagi orang itu dalam bahasa apapun

Kadang-kadang memang sulit untuk mengingat sebuah nama, terutama bila nama itu sulit diucapkan. Bukannya berusaha mempelajarinya, banyak orang malah mengabaikannya atau memanggil orang itu dengan nama panggilan yang mudah. Kebanyakan orang tidak mau mengingat nama karena alasan sederhana, yaitu mereka tidak meluangkan waktu dan energi yang perlu untuk berkonsentrasi dan mengulangnya, kemudian mengingat nama-nama itu lekat-lekat dalam pikiran mereka. Mereka membuat dalih untuk diri mereka sendiri; mereka terlalu sibuk.

Separuh waktu dari saat kita diperkenalkan kepada seseorang, yang kita lakukan adalah mengobrol beberapa menit, kemudian sudah tidak bisa ingat namanya lagi begitu mengucapkan selamat tinggal. Satu dari pelajaran-pelajaran awal yang diambil oleh seorang politikus adalah ini: “Mengingat nama seorang pemilih merupakan kecakapan negarawan. Melupakannya adalah ceroboh”. Dan kemampuan mengingat nama-nama orang hampir sama pentingnya untuk kontak-kontak bisnis dan sosial, seperti halnya dalam politik.

Napoleon ketiga, Kaisar Prancis dan keponakan The Greatest Napoleon, menyombongkan diri bahwa di samping kesibukan tugas-tugas kerajaan, dia mampu mengingat nama setiap orang yang dijumpainya. Tekniknya sederhana. Jika dia tidak mendengar nama itu dengan jelas, dia akan berkata, “Maaf sekali, saya tidak mendengar nama Anda dengan jelas.” Kemudian bila itu sebuah nama yang tidak biasa, dia akan berkata, “Bagaimana mengejanya?”

Selama percakapan berlangsung, dia bersedia mengulang nama itu beberapa kali, dan berusaha mengaitkan di kepalanya dengan ciri khas, ekspresi, dan penampilan umum orang itu. Jika orang itu adalah orang penting, Napoleon bahkan akan lebih keras berusaha. Bukankah budaya bangsa Arab selalu menutup atau memulai pembicaraannya dengan menyebut nama orang lain? Al Quran pun mencontohkan banyak kisah atau seruan yang diawali dengan memanggil nama orang. Roosevelt tahu bahwa satu cara paling sederhana, paling nyata, dan paling penting dalam memperoleh kehendak yang baik adalah dengan mengingat nama-nama orang, dan membuat mereka merasa penting. Namun berapa banyak dari kita yang melakukan hal ini?

 

Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka.

Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke Kantor Kementerian Agama Surabaya, mengambil surat rekomendasi untuk melengkapi persyaratan mengambil program master. Surat rekomendasi itu dibuat oleh Kepala Kementerian Agama Surabaya. Saya disambut oleh sekretarisnya, saya dipersilahkan duduk sambil menunggu giliran masuk ke ruang kepala. Tatkala kami duduk di sofa, dia mengatakan bahwa dia adalah seorang protokoler yang handal, berbagai tamu kedinasan mulai dari pejabat pemerintah hingga pejabat luar negeri berhasil dia kawal dengan sempurna. “Benarkah? Bagaimana mungkin Anda melakukan semua itu” saya berseru. “Pasti sangat membanggakan jika Anda sekarang berhasil melakukan pekerjaan ini dengan sukses setelah pengalaman panjang yang Anda alami. Ceritakan pada saya, bagaimana Anda bisa sesukses ini?

Antusiasme saya telah membuatnya berbicara selama empat puluh lima menit. Dia bahkan lupa kenapa saya duduk di depannya, dan apa yang saya lakukan disana. Dia tidak peduli tentang urusan saya. Yang dia inginkan hanyalah pendengar yang berminat dengan kisahnya. Maka dia bisa memperluas keakuannya dan menceritakan seluk beluk kisah hidupnya tanpa jeda.

Apakah dia aneh? Tidak, banyak orang seperti itu.

Setelah kami berpisah, dia kembali menyapa dan mengatakan, “Lain kali kalau Anda ada waktu, kita bisa ngobrol bersama lagi.” Tampaknya saya seperti kawan ngobrol yang baik. Benarkah saya teman ngobrol yang baik? Bahkan saya hampir tidak mengucapkan kata apapun. Saya tidak bisa mengucapkan apapun, meskipun saya ingin melakukannya tanpa mengganti subjeknya. Karena saya tidak mengerti lebih banyak tentang ilmu keprotokoleran. Tetapi saya telah melakukan hal ini, saya hanya mendengarkan dengan penuh perhatian dan mendorongnya untuk berbicara lebih panjang lagi.

Jika Anda ingin tahu bagaimana membuat orang lain menghindari Anda dan menertawakan Anda di belakang Anda, atau bahka merendahkan Anda, inilah resepnya: Jangan pernah mendengarkan siapapun dalam waktu yang lama. Bicaralah tanpa putus-putusnya tentang ketertarikan Anda padanya. Jika Anda mempunyai ide ketika orang lain sedang berbicara, jangan tunggu lagi sampai dia selelsai, segera saja potong di tengah kalimatnya. Membosankan? Ya begitulah mereka. Orang membosankan yang mabuk dengan kepentingan diri mereka sendiri, mabuk dalam rasa penting mereka sendiri.

Ingat bahwa orang yang berbicara dengan Anda adalah 100 kali lebih tertarik dengan diri mereka sendiri dan keinginan-keinginan mereka, juga masalah mereka, dibandingkan dengan minat mereka terhadap Anda dan masalah Anda. Sakit jerawat di pipinya jauh lebih penting daripada kelaparan di Rohingya yang telah membunuh banyak orang. Rasa haus di perutnya lebih menarik baginya dibandingkan gempa tsunami di Jepang.

 

Bicaralah mengenai minat orang lain dan buat orang lain merasa penting

Saya sedang mengkonsultasikan rencana studi program master saya kepada Kepala Kementerian Agama yang baru saja ditempatkan dari kantor kementerian agama kabupaten ke kantor kementerian agama kota. Saya berpikir bahwa beban dan tanggung jawabnya akan jauh lebih besar daripada sebelumnya. Karena permasalahan yang berkaitan dengan agama yang semakin kompleks apabila dibandingkan dengan permasalahan yang ada di desa.

Saat kami duduk sedang membicarakan tentang rencana studi saya, saya berusaha menaruh minat pada profesinya dan membuatnya berpikir bahwa saya benar-benar menganggap penting dirinya, menganggap penting atas kemampuannya dipilih sebagai kepala untuk mengatasi permasalahan kompleks yang ada di kota. Saya mengatakan, “Pasti beban Anda jauh lebih berat dibandingkan Anda saat ditempatkan di desa dulu ya?”. Saya juga mengimbuhkan, “Memang jika pergaulan bebas di kota tidak segera ditangani oleh orang yang profesional tentu tidak akan pernah tuntas.”

Apa yang terjadi? Dia menceritakan banyak hal tentang beban yang harus dituntaskannya selama masa kepemimpinannya, harus menghadiri berbagai penyuluhan dan pelatihan di berbagai kantor dinas, merancang dan mengadakan kegiatan untuk meminimalisir mulai dari masalah narkoba hingga seks bebas. Dia juga menceritakan betapa kelompok kerja guru pendidikan agama di wilayah Surabaya begitu kreatif membuat aplikasi pembelajaran berbasis virtual yang menyenangkan dan modern untuk mewarnai kegiatan pembelajaran di kelas. Apakah saya melakukan ini agar dia menandatangani surat rekomendasi saya? Bukan itu. Setiap dosen akan sangat bahagia jika lulusannya masih mempunyai tekad yang tinggi untuk menuntut ilmu.

Ada satu hukum penting mengenai tindak tanduk manusia. Jika kita mematuhi hukum itu, kita hampir tidak akan pernah mendapat kesulitan. Malahan kita akan mendapat banyak kawan dan kebahagiaan yang terus menerus. Hukum itu adalah selalu membuat orang lain merasa dirinya penting.

Kebenaran yang sebenarnya adalah bahwa hampir semua orang yang Anda jumpai, merasa diri mereka lebih tinggi dari Anda dalam beberapa hal, dan satu cara pasti untuk menuju hati mereka adalah membiarkan mereka menyadari dalam suatu cara halus bahwa Anda sadar akan rasa penting mereka, dan menerimanya dengan tulus. Ingatlah ketika Sayyidina Ali ra. berkata: “Barangsiapa yang mengajari saya walaupun satu hal, saya bersedia menjadi budaknya, meskipun dia adalah anak kecil”. Betapa Sayyidina Ali ra. menempatkan orang yang memiliki pengetahuan jauh lebih tinggi darinya dan menjadikannya merasa penting sehingga patut untuk dihargai. Salah satu orang paling cerdas yang pernah memerintah Kekaisaran Inggris mengatakan, “Berbicaralah pada orang lain tentang diri mereka, dan mereka akan mampu mendengarkan selama berjam-jam”.

 

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

Reference: How to Win Friends and Influence People (Dale Carnegie: 2011)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s