Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Sulit Diatur

mendisiplinkan-anak-susah-diatur

Beberapa anak mungkin sulit diatur atau tidak mau diajak kerja sama dengan orang tua dalam merencanakan jadwal belajar atau kegiatan-kegiatan yang lain untuk membantu mereka belajar dengan lebih baik di sekolah. Anak-anak yang lain mau bekerja sama menyusun rencana, tetapi menolak melaksanakan yang mereka rencanakan. Anda harus mengetahui apakah tingkah laku sulit bekerja sama tersebut muncul dalam bentuk keras kepala, kemalasan, atau penolakan langsung.

Beberapa saran ini mungkin akan membantu Anda dalam mengatasi anak yang sulit diatur.

  1. Bantulah anak Anda mengatasi tingkah laku sulit bekerja sama dengan menyebut keberhasilan sekolah sebagai usahanya. Anda dapat memberikannya sekurang-kurangnya sebagian penghargaan kepada anak Anda karena berhasil menyelesaikan tujuan-tujuan belajar atau tugas-tugas pekerjaan rumahnya. Atau, sebagai pilihan yang lain, berikan beberapa hak tertentu kepadanya, misalnya menonton program-program kesayangan di televisi, bermain di liga sepak bola, atau memakai telepon. Anda seringkali merasa kesulitan menghadapi anak yang sulit bekerja sama dan Anda perlu selalu mendesak, misalnya menyuruhnya belajar. Anda dapat berharap bahwa segera dia berhasil di sekolah, keuntungan belajar (pengetahuan bertambah, rasa puas karena mengerjakan tugas dengan baik, nilai-nilai yang bagus) akan lebih banyak berperan dan Anda tidak perlu lagi untuk selalu mendesaknya belajar.
  2. Berpikirlah untuk membuat perjanjian dengan anak Anda. Perjanjian ini seringkali merupakan cara yang efektif untuk menghadapi tingkah laku sulit bekerja sama. Di dalam perjanjian tersebut, anak Anda mungkin setuju untuk mengerjakan tugas sekolahnya, dan Anda mungkin setuju anak Anda melakukan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Camkanlah bahwa perjanjian tersebut adalah pertukaran tingkah laku, hak atau barang; bukan suap.

Pada saat Anda berdua menyusun perjanjian, Anda harus merumuskan isi dengan jelas, khususnya hal-hal berikut ini:

  • Kewajiban-kewajiban anak Anda (misalnya, tepat waktu pada jam-jam belajar). Tulislah kewajiban-kewajiban tersebut di sebuah papan yang ditempelkan di lingkungan belajarnya untuk mengingatkan dia tentang yang harus dia kerjakan.
  • Kewajiban-kewajiban Anda. Jelaskan sarana-sarana yang akan Anda sediakan untuk membantu anak Anda melaksanakan bagiannya dalam perjanjian, dan hadiah-hadiah yang akan Anda berikan jika melaksanakannya.
  • Akibat-akibat yang terjadi jika anak Anda tidak melaksanakan bagiannya dalam perjanjian, jika Anda mengungkapkan akibat-akibat tersebut sebelumnya (misalnya, hilangnya penghargaan, pembatalan acara akhir perkan) dan mengikutsertakan anak Anda dalam pembuatan keputusan, dia akan mengakui bahwa akibat-akibat tersebut adil.
  • Bonus yang berisi daftar hadiah tambahan karena telah melaksanakan persetujuan secara konsisten. Hal ini menunjukkan kepada anak Anda beberapa keuntungan dari kerja secara teratur.
  • Cara Anda mengawasi dan mengelola perjanjian. Misalnya, siapakah orang yang mengawasi apakah kedua belah pihak menepati perjanjian? Bagaimana catatan disimpan? Apakah pencapaian prestasi juga diberikan hadiah?
  • Anda harus menetapkan perjanjian tersebut dengan anak Anda dan Anda berdua menyetujui isinya. Buatlah perjanjian dengan ringkas, panjangnya tidak lebih dari satu halaman dan Anda berdua harus menandatangani.
  1. Bantulah anak Anda menghubungkan tugas sekolahnya dengan minat dan hobinya. Anak-anak akan mempunyai niat yang lebih untuk mengerjakan tugas sekolah jika mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Misalnya, doronglah anak Anda untuk menghubungkan permasalahan matematika dengan mengukur proyek bangunan, mengukur luas suatu halaman, menghitung persediaan makanan untuk sebuah pesta, atau menghitung uang untuk membeli barang-barang. Atau menghubungkan pelajaran menulis dengan membuat surat kepada teman, latihan ejaan dengan membuat daftar belanjaan, atau IPA dengan melihat cuaca dan pengaruhnya terhadap wisata ke pantai atau pertandingan sepakbola. Anda dapat menghadapi tingkah laku sulit bekerja sama dengan cara menghubungkan tugas sekolah dengan nyata anak Anda.
  2. Cobalah memahami alasan anak Anda sulit bekerja sama. Anda sebaiknya mencoba menghadapi tingkah laku sulit bekerja sama secara langsung, namun Anda harus menemukan penyebabnya. Mungkin akan ada sejumlah alasan. Misalnya, beberapa anak takut gagal meskipun sudah mencoba dengan sungguh-sungguh sehingga tidak ada gunanya mencoba lagi. Beberapa anak yang lain tidak melihat manfaat belajar dengan tekun di sekolah, mereka percaya dapat hidup dengan baik tanpa pendidikan yang baik. Beberapa anak lainnya percaya bahwa teman-temannya akan menolak diri mereka jika mereka berhasil di sekolah.

 

Mendengarkan anak Anda dan mencoba memahami sudut pandangnya akan memberi peluang bagi Anda untuk mengerti setepatnya alasan sesungguhnya mengapa dia memilih tingkah laku sulit bekerja sama. Dengan melakukan hal tersebut Anda akan memiliki pendapat yang lebih baik tentang cara membantu dia agar lebih dapat bekerja sama. Komunikasi terbuka dan jujur sangat penting untuk mengurangi tingkah laku sulit bekerja sama dan permasalahan belajar serta tingkah laku lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s